Beberapa Hari Lalu (05/09/2010) Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti berkunjung ke Polres Gresik, Kunjungan Kapolda kali ini dalam rangka Inspeksi mendadak (Sidak) ke Pelabuhan Gresik terkait adanya Informasi dan Pengaduan Masyarakat Bawean tentang adanya Mafia atau Calo Tiket Kapal Bawean - Gresik yang menjual tiket kapal melebihi batas atau berkisar sampai dua kali lipat atau naik 100%.
Dalam Kunjungan kali ini, Kapolda juga mengecek kesiapan anggota yang melaksanakan tugas di Pos Pengamanan Lebaran Wilayah Pelabuhan Gresik yang masuk dalam wilayah Hukum Polsek KPPP Gresik.
Berita selengkapnya ……..
Minggu, 05 September 2010 17:27:17 WIB
Reporter :
Ahmad Fakhry Rofiqy
Kapolda Jatim : “Tangkap Calo Tiket…!!!”
Gresik-Beritajatim.com, Untuk memberantas peredaran calo tiket kapal Gresik-Bawean, Kapolda Jatim Irjen Pol Badrodin Haiti memerintahkan jajaran kepolisiannya bertindak tegas kepada para mafia tiket tersebut. “Permainan para calo harus dihentikan. Ditangkap lalu diproses, sehingga tidak meresahkan para pemudik,” tegasnya di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) di Pos Pantau Mudik Lebaran Terminal Penumpang Pelabuhan Gresik, Minggu (9/5/2010). Inspeksi mendadak itu dilakukan Kapolda selain untuk mengecek kesiapan pelabuhan Gresik, juga bertujuan untuk menindaklanjuti berbagai laporan dan pengaduan dari masyarakat. Para pemudik jurusan Bawean mengeluhkan keberadaan calo tiket. Pemudik merasa terganggu dengan ulah para calo, apalagi tak sedikit di antara mereka yang menawarkan jasa dengan setengah memaksa.
Keberadaan calo juga memberatkan masyarakat. Sebab, mereka memasang tarif jauh di atas jumlah pembayaran standar. Contohnya, untuk harga tiket kelas eksekutif KM Ekspres Bahari 8-B yang pada hari biasa harganya sekitar Rp 150 ribu dijual oleh calo dengan harga Rp 300 ribu. Bukan hanya itu, tiket pelajar maupun mahasiswa dijual Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu. Padahal, harga tiket resmi penyeberangan Gresik-Bawean untuk KM Ekspres Bahari 8-B, kelas pelajar/mahasiswa Rp 90 ribu, kelas ekonomi hanya Rp 110 ribu dan kelas eksekutif hanya Rp 125 ribu. Kapolda Irjen Pol Badrodin Haiti memerintahkan anggota Polres Gresik untuk menerjunkan tim ke pelabuhan. Mereka yang diturunkan diperintahkan berpakaian preman, untuk mendampingi para penjual tiket di agen resmi. “Kalau berpakaian polisi resmi, bisa-bisa para calonya kabur duluan. Tetapi kalau pakaian preman, gampang melakukan pendeteksian. Terus dilakukan penangkapan untuk diproses,” tegas mantan Kapolda Sulteng tersebut.
Dijelaskan, perintah ini tidak hanya berlaku bagi para calo di Pelabuhan Gresik. Instruksi ini juga berlaku bagi semua praktek calo di semua daerah. Termasuk calo tiket mudik jalur bus dan kereta api juga dilakukan pengawasan yang ketat. Sebab, bila tidak dilakukan pengawasan, maka para calo tersebut kian meresahkan masyarakat. Selain itu, Kapolda yang sidak didampingi Dirpolair Kombes Pol Nanang S Hidayat dan Kapolres Gresik AKBP Jacub Prajogo juga mengungkapkan, bila akan membantu pengamanan penumpang di laut. Di antaranya dengan mengikutkan anggota Polair dan Brimob untuk ikut dalam kapal. “Potensi kejahatan itu terjadi di mana-mana. Tidak terkecuali di laut. Karena itu, untuk mengantisipasi aksi pencurian di kapal, kami ikutkan anggota Poalair dan Brimob pada setiap pemberangkatan kapal,” janjinya. Sementara itu, Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Gresik Abdul Aziz menjelaskan, bila pihaknya sudah memerintahkan kepada agen resmi untuk tidak menjual tiket ke para calo. Caranya dengan membatasi para pembeli tiket hanya boleh membeli maksimal tiga tiket. “Itu pun para pembeli harus menunjukkan KTP para calon pemudik. Bila tidak bawa KTP tak boleh dilayani,” terangnya.[air/fqi]
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriyah”
Minal Aidin Wal Faizin
Mohon Maaf Lahir & Bathin
Posted By : tribrata.blogdetik.com
Image by : beritajatim.com