Sabar dan Istigfarlah…, Maka Hatimu akan Bersih dan Insyaallah Do’a mu akan diterima oleh Allah SWT…., Begitu mungkin sedikit Kesimpulan yang dapat Kang Yudhie ambil dari Kegiatan Bintal / Binrohtal Agama Islam di Masjid Assyafaah Polres Gresik pagi ini (Kamis, 16/06/2011).
Seperti kegiatan Minggu minggu sebelumnya Pagi ini, Kegiatan Bintal / Binrohtal Polres Gresik sebagai Penceramah dan Imam Sholat Duha Berjamaah adalah Kasat Polair Polres Gresik, Ustadz IPTU Bintara.
Sebelum Kegiatan dimulai, seperti biasanya Aiptu H. Syaiful Bakhri sebagai Takmir Masjid assyafaah Polres Gresik sekaligus Pembawa Acara, selalu mengingatkan berulang ulang kepada Jamaah (Personil Polres Gresik, Perwira / Bintara dan Para Kapolsek serta Anggota Polsek jajaran) tentang bagaimana adab adab / tata cara pada saat memasuki masjid, saat didalam masjid dan tatkala meninggalkan masjid.
BERIKUT INI ADALAH ADAB SAAT MEMASUKI MASJID, SAAT DIDALAM MASJID DAN SETELAH MENINGGALKAN MASJID : (Kurang Lebihnya Kang Yudhie benar benar Mohon Maaf yang sebesar besarnya).
- Saat Mau memasuki Masjid Langkahkan kaki kanan terlebih dahulu sembari mengucap Bismillahirrohmanirrohim…
- Ambil air Wudhu untuk mensucikan diri kita dari Hadas kecil.
- Berdoa setelah mengambil air Wudhu.
- Laksanakan Sholat sunat Tahiyatul Masjid dua Rakaat
- Saat Berada di dalam masjid, Perbanyaklah Istighfar (Mohon Ampunan atas Dosa Dosa Kita) dan Dzikir (Mengingat) atas Kebesaran Allah SWT yang telah memberi kita Nafas sehingga kita bisa hidup sampai saat ini.
- Kurangi Bicara tentang Hal Hal / Sesuatu yang menyangkut Urusan Duniawi. (Termasuk Mematikan HandPhone)
- Perbanyak Berdoa Mohon agar Allah mengampuni Dosa Dosa kita, Dosa Orang Tua Kita, Dosa Orang Orang Terdekat Kita, Mohon Rezeki yang Halal… (dan Do’a Do’a Lain Yang Baik agar mendapat barokah saat berada di Masjid)
- Tatkala Mau Meninggalkan Masjid, Langkahkan Kaki Kiri Terlebih dahulu, letakkan diatas Sandal/sepatu (kaki jangan dimasukkan dulu), Lalu Pakai sandal / sepatu pada kaki kanan dulu, setelah itu pakai sepatu pada kaki kiri, baru melangkahkan kaki meninggalkan Masjid.
Menurut Aiptu Haji Syaiful (dan ditegaskan kembali oleh IPTU Bintara) Hal Hal yang disebutkan diatas Hanyalah hal Kecil, Namun Patut dibiasakan karena Hal tersebut adalah merupakan Sunah rasul.
Mengawali ceramah, Pak Ustadz Iptu Bintara tidak bosan bosannya untuk mengajak jamaah, selalu bersyukur dan bersyukur atas Nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita semua karena tidak semua orang diberi nikmat seperti saat ini sehingga masih bisa berkumpul di Majlis yang penuh barokah ini.
Tak Lupa Juga Pak Ustadz mengajak kita untuk selalu mengucapkan Sholawat dan Salam Kepada junjungan Kita, Nabi Besar Muhammad SAW, karena beliaulah yang telah menunjukkan Kita (Umat Islam) dari kegelapan kepada Jalan yang Terang Benderang.
Dalam Tema kali ini, Selain Istigfar Memohon Ampunan, Pak Ustadz juga Membahas masalah “Sabar“. Pak Ustadz menjelaskan bahwasannya sabar itu terdiri dari tiga Macam.
Berikut ini adalah Macam Macam Sabar dan Keutamaannya :
-
- Sabar dalam Ketaatan beribadah dan Menjalankan Perintah Allah (Sholat, Puasa, Zakat, dll)
- Sabar dalam Menghadapi Ujian dan Cobaan / Musibah yang diberikan Oleh Allah SWT kepada kita. (Bangkrut, Sakit, dll)
- Sabar dalam menahan diri dari berbuat Maksiat Kepada Allah dan Menahan Hawa Nafsu
Dari ketiga Kategori Sabar diatas tersebut, Menurut Pak Ustadz Yang Paling Utama atau mendapat Nilai Derajat Kemulyaan tertinggi dimata Allah adalah Sabar dalam Menahan hawa Nafsu, karena kalau kita Mampu sabar dalam menahan hawa nafsu maka kita akan mendapat keutamaan berupa kemulyaan yang dilipatgandakan sebanyak 900 Derajat. dan ini berarti paling tinggi dari dua Kategori Sabar yang lainnya.
Sebagai Referensi, Pak Ustadz juga mengambil Kisah dari Kesabaran yang ada Pada diri dua Nabi Allah yaitu Kisah Nabi Idris AS dan Kisah Nabi Ayub AS (Untuk Kisah Kedua Nabi Ini Insyaallah akan Kang Yudhie Ulas di Posting Berikutnya)
Pada Intinya Kedua Nabi tersebut adalah termasuk Orang Orang Yang diberi Kesabaran Tingkat tinggi Oleh Allah SWT. Nabi Idris adalah sosok yang memegang tinggi kejujuran dan memiliki sifat sabar, Nabi Idris adalah Seorang pemimpin yang tidak akan mau mengambil sesuatu yang bukan haknya, sekalipun kesempatan untuk mengambil hak orang lain sangat sangat terbuka Lebar.
Ini dikisahkan yaitu pada saat ada Malaikat yang diperitahkan oleh Allah SWT untuk mencabut Nyawa Nabi Idris dan malaikat itu menjelma sebagai seorang Manusia bertamu kerumah Nabi Idris, Pada saat itu Malaikat yang menjelma sebagai Manusia itu mengajak Jalan Jalan Nabi Idris selama 4 hari. Pada saat jalan jalan itulah kemudian Malaikat menguji Kesabaran dan Kejujuran Nabi Idris AS dengan menujukkan sebuah Kebun Buah yang didalamnya terdapat bermacam macam Buah Buahan yang berwarna warni. Si malaikat kemudian mengajak Nabi Idris untuk memetik salah satu buah tersebut untuk dimakan. Namun apa Jawaban Nabi Idris kepada malaikat tersebut…???
“Tidak…, Aku Tidak mau Memetik dan Memakannya, Karena itu Bukan Hak aku, Kenapa Engkau saat berada dirumahku dan Aku Suguhi makanan yang Halal engkau Menolaknya dan sekarang Malah mengajak aku untuk mengambil dan Memakan Barang yang Haram dan bukan menjadi Hak Kita….???”
Subhanallaahh….. (Coba Seandainya Kita… - kata pak Ustadz) Apa Jawaban Kita….??? (semoga kita termasuk orang orang yang diberi kesabaran oleh Allah)
Riwayat kedua adalah tentang kisah Nabi Ayub AS yang diberi Kekayaan dan Jabatan Oleh Allah SWT kemudian Kekayaan dan Jabatannya di Musnahkan Oleh Allah SWT begitu Saja, ditambah lagi penderitaan berupa Penyakit Kulit yang dideritanya.
Saking Sabarnya Nabi Ayub AS, sampai sampai (menurut Pak Ustadz) Belatung (Jelmaan Malaikat) yang menggerogoti Daging Tubuh nabi Ayub AS, saat jatuh dari dari tubuh Nabi Ayub dikembalikan lagi ketubuhnya agar menggerogoti kemali daging tubuhnya dan menikmatinya. (Subhanallah…). Coba Seandainya Kita yang Mengalami Hal seperti itu…??? apa tindakan kita…??? (Paling Kita sudah Bolak Balik periksa ke Dokter untuk membasminya… disambut
Grrrr… Jamaah… ***Sekedar intermezo dari pak ustadz karena ternyata jamaah sudah banyak yang ngantuk akibat efek Dingin AC masjid assyafaah Polres Gresik dan ditambah lagi karena saking enaknya cara penyampaian ceramah oleh Iptu Bintara).
Dari Cerita / Kisah Dua Nabi tersebut, banyak sekali Hikmah yang dapat kita petik, diantaranya yaitu Kita sebagai Anggota Polri dituntut untuk dapat bersikap Jujur, Sabar, dan Tidak Bangga dengan Pangkat, Jabatan dan Kekayaan serta Berusaha Mencari Rezeki dengan Cara yang Halal dan Tidak Merampas Hak Milik Orang lain yang Bukan Merupakan Hak Kita agar Hati Kita menjadi Bersih. (Walaupun Hal tersebut Sebenarnya Sangat Sulit dilakukan Oleh setiap Manusia termasuk Kang Yudhie).
Insyaallah dengan Hati yang bersih, Doa Kita akan mudah dikabulkan Oleh Allah SWT. Semoga Kita termasuk Orang orang yang beruntung. Amien
Posted By : Kang yudhie
on : Kamis, 16 juni 2011
Polsekta Gresik, Polsek Gresik Kota, Polsek Gresik, Kang Yudhie, Spiritual, Motifasi, Sabar, Allah, Nabi, Kisah Nabi, Jujur, Polres Gresik, Masjid Assyafaah, Bintal, Binrohtal, Bintal Polri, Binrohtal Polri, Kisah Nabi Idris AS, Kisah Nabi Ayub AS, Sunah Rasul, Wudhu, Masjid, Adab Masuk Masjid, Adab Didalam Masjid, Istighfar, Doa, Iptu Bintara, Kasat Polair Polres Gresik, Ustadz, Agama Islam, Blogdetik, Ceramah Agama,


